INFOLANGSEB.MY.ID – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin (29/9/2025) petang, mengakibatkan delapan pohon besar tumbang di delapan titik berbeda. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang, bahkan di beberapa wilayah terjadi fenomena hujan es, khususnya di Kecamatan Cigugur yang terletak di kawasan dataran tinggi kaki Gunung Ciremai.
Dari delapan pohon yang tumbang, dua di antaranya menimpa bangunan, yakni sebuah rumah warga dan gazebo di rumah dinas Wakil Bupati Kuningan. Kejadian ini menimbulkan kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi, namun beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Salah satu momen dramatis terjadi di Jalan Juanda, Kecamatan Kuningan, saat sebuah pohon angsana setinggi sekitar 16 meter dengan diameter batang kurang lebih 30 sentimeter tiba-tiba roboh. Kejadian tersebut sempat terekam oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Pohon tersebut tumbang setelah diguyur hujan deras selama beberapa menit yang disertai angin kencang, hingga akhirnya menutup akses jalan utama dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kuningan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup, TNI, dan Polri segera dikerahkan ke berbagai lokasi kejadian. Dengan sigap, mereka melakukan evakuasi dan pemotongan batang pohon yang menghalangi jalan maupun menimpa bangunan. Upaya ini dilakukan agar akses transportasi warga kembali normal serta mencegah kerugian lebih lanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang kerap terjadi di musim peralihan ini. Menurutnya, hujan deras yang disertai angin kencang berpotensi memicu pohon tumbang, longsor, dan bencana lainnya. Ia juga meminta warga untuk segera memangkas pohon-pohon yang rawan tumbang atau melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan pohon yang berpotensi membahayakan.
“Warga diimbau untuk lebih waspada dan segera melakukan tindakan pencegahan, seperti memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun atau lapuk. Jika ada pohon berisiko tumbang di area publik maupun pemukiman, segera laporkan kepada BPBD atau pihak terkait agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Hingga Senin malam, proses pembersihan material pohon masih terus dilakukan di beberapa titik yang terdampak. Meski cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, pihak BPBD memastikan kesiapsiagaan penuh bersama tim gabungan untuk merespons cepat apabila terjadi kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat Kuningan untuk selalu berhati-hati dan tidak mengabaikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.









