INFOLANGSEB.MY.ID – Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di area kebun Hima Farm milik lembaga Himmatul Ummah ketika para santri yatim melakukan kegiatan panen ubi jalar, Sabtu (tanggal kegiatan). Hasil panen kali ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Himmatul Ummah tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter kemandirian dan keterampilan hidup.
Dengan tangan-tangan kecil penuh semangat, para santri memanen ubi jalar yang telah mereka tanam beberapa bulan sebelumnya. Di bawah bimbingan para pembina dan relawan, kegiatan ini menjadi sarana belajar langsung tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur atas hasil dari usaha yang dilakukan bersama.
Pimpinan Himmatul Ummah menyampaikan bahwa kegiatan pertanian seperti ini merupakan bagian dari program Hima Farm yang bertujuan membekali santri dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang pertanian berkelanjutan. “Kami ingin para santri tidak hanya pandai dalam bidang keagamaan, tapi juga mampu mandiri dan produktif di bidang ekonomi, terutama yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian,” ujarnya.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab. Hasil panen ubi jalar nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur pesantren, sebagian dijual untuk mendukung kegiatan operasional lembaga, dan sebagian lagi dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
Keceriaan para santri semakin terasa saat mereka melihat hasil panen yang melimpah. Senyum lebar dan tawa riang mewarnai proses panen yang dilakukan dengan penuh rasa syukur. “Senang sekali bisa panen hasil tanam sendiri,” ujar salah satu santri sambil memegang hasil panennya dengan bangga.
Melalui kegiatan seperti ini, Himmatul Ummah menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki semangat wirausaha dan kemandirian. Panen ubi jalar di Hima Farm menjadi simbol bahwa kerja keras, doa, dan kebersamaan mampu menumbuhkan keberkahan — dari tanah yang digarap dengan niat baik, tumbuh hasil yang penuh manfaat.







